Minggu, 19 Februari 2017

BIKING NGAKAK...!! SBY Beri Dukungan ke Ahok, Tapi Sebut Dulu 5 Nama Ikan dalam Bahasa Arab.


Strategi melepas lelucon meme aktif dilancarkan para pendukung Ahok pada lawan politiknya. Jika ditilik dari intensitas, kubu Agus Yudhoyono (AHY)-Sylviana Murni yang kerap jadi sasaran. Ini utamanya sebagai respons setelah SBY terlibat aktif dalam kampanye Agus.

Jadilah SBY selalu jadi sasaran bully dengan cara menjadikannya bahan meme. Meme disebar untuk mendeligitimasi setiap pernyataan SBY di sosial media. Mulai dari tema 'lebaran kuda, saya bertanya ke bapak presiden dan kapolri, Antasari, hingga terkait pribadi.

Agus pun tak ketinggalan dibully dengan lelucon seputar pribadi. Tujuan serangan lelucon itu lebih pada penghabisan karakter. Ini juga untuk menutupi isu yang disampaikan SBY dan Agus, utamanya soal tekanan penguasa sepanjang Pemilukada.

Pihak SBY dan Agus memang kerap melontarkan pandangannya yang kerap 'diganggu' penguasa. Ini tak terlepas dari laporan hukum yang mendadak menyerang Sylviana Murni.

Eskalasinya makin meningkat dengan munculnya demo di kediaman pribadi SBY yang disebut ada kekuatan besar yang menggerakkannya. Ditambah pula manuver Antasari 24 jam sebelum pencoblosan yang menuding SBY sebagai dalang kriminalisasi kasus pembunuhan.

Semua protes dan reaksi balik kubu Agus atas serangan kepadanya itu, malah diconter dengan strategi melempar lelucon dan meme. Jadilah humor strategi ampuh untuk menghabisi karakter dan mengaburkan substansi serangan balik SBY dan Agus kepada penguasa.

Sayangnya, kubu Agus memang tak membalas lelucon atau meme itu secara sistematis. Perlawanan balasan memang ada, tapi lebih secara sporadis.

Justru strategi yang lebih efektif dilakukan kubu Anies Baswedan untuk menghadapi bully dan serangan meme lelucon sarkas dari kubu pro Ahok. Secara sistematis, Anies mambalas lelucon dengan humor cerdas. Caranya degan mengunggah video respons jenaka Anies saat mengomentari bully-an terhadapnya di Twitter.

Anies dan Sandi juga menggunakan strategi jenaka sebagai bagian untuk memperkuat //branding// dan program kerjanya. Ini contohnya program Oke Oce. Dengan tarian jenaka, lagu, dan gaya tangan khas yang cukup lucu serta segar, Sandiaga Uno mampu membuat masyarakat tersedot perhatiannya. Sehingga branding Oke Oce benar-benar melekat kuat di kalangan pemilih.

Strategi jenaka juga dilakukan Anies-Sandi dengan menggandeng artis seperti Raffi Ahmad. Sebuah acara dialog ringan yang disisipi humor jadi jualan kampanye pasangan ini pada hari-hari terakhir jelang pencoblosan.

Masih ada pula aksi Anies-Sandi yang memarodikan video Om Telolet Om. Segala strategi ini menyedot atensi publik. Sehingga akhirnya, kesan segar dan jenaka lebih dimiliki pasangan Anies-Sandi ketimbang yang lain.

Humor cerdas inilah yang akhirnya membuat strategi bully dengan lelucon sarkas tidak terlalu mempan pada Anies-Sandi. Strategi lelucon sarkas malah ampuh menimpa Agus-Sylvi yang terkesan lebih formal dan kaku.

Kini memasuki putaran kedua, sisi humor agaknya masih akan menjadi senjata masing-masing kubu, baik Ahok-Djarot dan Anies-Sandi.

Kubu Ahok sepertinya masih mengandalkan serangan lelucon dan meme untuk membully lawan di sosial media. Di sisi lain, Anies-Sandi dengan strategi humor cerdas yang lebih fokus pada penguatan karakter dan program.

Tapi di sisi lain, lelucon yang pada awalnya menimpa AHY yang sudah tersingkir malah akan menentukan hasil putaran dua. Pendukung Agus-Sylvi yang pada putaran pertama jadi korban bully, kini berbalik memegang kendali.

Menyerang lawan yang suaranya paling rendah memang sejatinya malah menjadi bumerang dalam sistem pemilihan seperti Pemilukada DKI ini. Kebijakan sejumlah tokoh politik, timses, hingga Ahok yang dalam sejumlah kesempatan menyerang Agus, Partai Demokrat, dan SBY kini jadi senjata yang terancam membunuh balik mereka pada putaran kedua.

Karena itu wajar jika kini buzzer Ahok sedang sibuk-sibuknya meredam dan menghapus unggahan meme membully SBY dan Agus. Mereka malah berbalik sibuk memuji setinggi langit Agus demi meraih simpati pemilihnya.



Sumber Berita : Republika.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar